Undangan berbahasa Inggris bisa terdengar hangat tanpa memakai kalimat panjang yang terlalu formal. Masalah yang sering muncul adalah menerjemahkan setiap frasa Indonesia secara harfiah, sehingga hasilnya terasa kaku dan informasi penting justru tenggelam.
Mulai dari informasi, lalu pilih nada
Untuk pembuka, “Together with our families, we invite you to celebrate our wedding” sudah jelas. Jika acaranya lebih santai, “We would love to celebrate with you” terasa ringan. Sesuaikan dengan hubungan kalian dan para tamu; tidak semua undangan perlu gaya kerajaan.
Untuk jadwal, gunakan nama hari, tanggal, dan lokasi yang lengkap. Contoh: “Sunday, 29 November 2026 · 7:00 PM · GSK Ballroom, South Tangerang.” Bila sebagian tamu berada di luar Indonesia, jelaskan zona waktu atau alamat negara bila relevan. Jangan mengandalkan angka 11/29/26 yang bisa dibaca berbeda menurut kebiasaan negara.
RSVP tanpa ambigu
“Please RSVP by 15 November 2026” lebih berguna daripada sekadar “RSVP now”. Bila undangan berlaku untuk dua orang, pastikan nama penerima dan jumlahnya cocok dengan pilihan di formulir. Untuk acara bilingual, pastikan dua versi bahasa menyampaikan informasi yang sama, bukan jadwal yang berbeda. Baca panduan undangan dua bahasa untuk struktur lengkapnya.
Baca seluruh undangan dengan suara keras sebelum terbit. Kalimat yang terdengar alami saat diucapkan biasanya lebih nyaman dibaca di layar kecil. Preview gaya tipografi yang cocok di katalog Yumevite.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah “reception” dan “ceremony” bisa dipakai bergantian?
Tidak. Ceremony merujuk prosesi, sedangkan reception merujuk perayaan sesudahnya. Jika keduanya berbeda lokasi atau jam, beri dua blok yang terpisah.
Bagaimana menulis tanggal agar tidak ambigu?
Tulis bulan dengan huruf, misalnya “29 November 2026”. Format angka saja dapat dibaca berbeda oleh tamu dari negara dengan kebiasaan tanggal berbeda.




