Checklist persiapan pernikahan ini disusun per periode: enam bulan, tiga bulan, satu bulan, satu minggu, dan hari-H. Kalau waktumu lebih pendek, ada versi ringkas untuk persiapan tiga bulan dan satu bulan di bagian bawah. Urutannya disusun dari apa yang paling cepat habis: tanggal, venue, dan vendor dulu, detail belakangan.

6 bulan sebelum (H-180 sampai H-120): fondasi
- Sepakati konsep dan skala acara dengan pasangan dan kedua keluarga: akad dan resepsi di hari yang sama atau berbeda, perkiraan jumlah tamu, adat yang dipakai. Topik yang perlu dibahas ada di hal yang dibahas dengan keluarga sebelum menikah.
- Tetapkan anggaran total dan prioritasnya. Tentukan dua atau tiga hal yang paling penting bagi kalian, lalu bagi sisanya. Caranya ada di menyusun anggaran pernikahan berdasarkan prioritas.
- Pilih tanggal dengan memperhatikan libur nasional, jadwal keluarga inti, dan tanggal pilihan adat bila ada.
- Buat draf daftar tamu untuk memperkirakan kapasitas venue dan katering. Panduannya di cara menyusun daftar tamu pernikahan.
- Survei dan booking venue. Tanyakan kapasitas, jam pakai, dan rencana cadangan hujan untuk acara outdoor.
- Bagi tugas antara pasangan dan keluarga sejak awal: siapa pemegang anggaran, siapa kontak vendor. Lihat cara membagi tugas persiapan pernikahan.
4 sampai 3 bulan sebelum (H-120 sampai H-90): vendor
- Booking katering dan jadwalkan food testing.
- Booking fotografer dan videografer. Minta contoh hasil satu acara utuh, bukan hanya foto terbaiknya.
- Booking dekorasi, MUA, busana pengantin, dan busana keluarga.
- Tentukan MC, pengisi acara, atau WO bila memakai.
- Siapkan daftar pertanyaan sebelum membayar DP; contohnya ada di 20 pertanyaan untuk vendor pernikahan.
- Jadwalkan foto prewedding bila ingin memakainya di undangan. Tidak wajib; alternatifnya ada di perlukah foto prewedding.
3 sampai 2 bulan sebelum (H-90 sampai H-45): dokumen dan undangan
- Urus dokumen nikah. Untuk pernikahan Muslim, pendaftaran kehendak nikah ke KUA dilakukan paling lambat 10 hari kerja sebelum akad (PMA No. 20 Tahun 2019), tetapi urus lebih awal karena berkas dari kelurahan atau desa bisa memakan waktu. Berkas yang umum diminta antara lain surat pengantar dari kelurahan atau desa, fotokopi KTP dan KK, akta kelahiran, dan pas foto. Calon mempelai di bawah 21 tahun memerlukan izin orang tua (UU No. 1 Tahun 1974 Pasal 6). Daftar pastinya berbeda per daerah, jadi tanyakan langsung ke KUA kecamatan.
- Siapkan seserahan dan mahar. Ide yang terpakai ada di isi seserahan pernikahan.
- Finalkan daftar tamu beserta nomor WhatsApp.
- Buat undangan digital setelah jam dan lokasi pasti. Panduannya di cara membuat undangan digital, dan kalimatnya bisa diambil dari contoh kata-kata undangan digital.
- Cetak undangan fisik secukupnya untuk tamu sepuh bila perlu. Pertimbangannya ada di undangan digital vs cetak.
Sebulan terakhir (H-45 sampai H-7): menyebar dan memastikan
- Sebar undangan sekitar tiga sampai empat minggu sebelum acara, dengan nama tamu. Waktu terbaiknya dibahas di kapan sebaiknya menyebar undangan pernikahan.
- Pantau RSVP dan kirim angka sementara ke katering.
- Susun rundown akad dan resepsi, lalu bagikan ke semua vendor. Contohnya ada di susunan acara akad nikah.
- Fitting terakhir busana pengantin dan seragam keluarga.
- Siapkan souvenir sesuai jumlah RSVP; lihat cara menghitung souvenir.
- Tentukan penerima tamu, pemegang rundown, dan kontak darurat untuk tiap vendor.
Seminggu terakhir (H-7 sampai H-1)
- Konfirmasi ulang semua vendor: jam datang, kontak di lokasi, pelunasan.
- Kirim pengingat undangan dua atau tiga hari sebelum acara.
- Serahkan angka tamu final ke katering.
- Gladi resik bersama MC, keluarga inti, dan pihak yang terlibat di akad.
- Siapkan satu tas berisi berkas nikah, mahar, cincin, dan uang tunai untuk keperluan mendadak.
- Istirahat. Jangan menambah pekerjaan baru di dua hari terakhir.
Hari-H
- Serahkan rundown dan semua kontak vendor ke koordinator.
- Titipkan ponsel ke orang yang dipercaya.
- Nikmati harinya. Yang sudah direncanakan akan berjalan; yang meleset akan diurus koordinator.

Persiapan nikah 3 bulan: versi ringkas
| Minggu | Fokus |
|---|---|
| 1–2 | Konsep, anggaran, tanggal, draf tamu; survei dan booking venue |
| 3–5 | Katering, dokumentasi, busana, MUA, dekorasi; mulai urus berkas nikah |
| 6–8 | Finalkan daftar tamu, buat undangan digital, siapkan seserahan |
| 9–10 | Sebar undangan, pantau RSVP, susun rundown |
| 11–12 | Konfirmasi vendor, angka final katering, gladi resik |
Dengan waktu tiga bulan, pilihan vendor dan tanggal biasanya lebih terbatas. Tentukan dari awal hal yang boleh dikompromikan.
Persiapan nikah 1 bulan: versi darurat
| Minggu | Fokus |
|---|---|
| 1 | Tanggal dan tempat (rumah, masjid, atau KUA), daftar tamu inti, daftarkan kehendak nikah ke KUA |
| 2 | Katering sederhana, busana, dokumentasi; buat dan sebar undangan digital |
| 3 | Pantau RSVP, rundown, seserahan dan mahar |
| 4 | Konfirmasi semua pihak, angka final, gladi singkat |
Pada persiapan sebulan, prioritas utamanya adalah akad yang sah dan tercatat. Resepsi bisa dibuat kecil atau diadakan belakangan; lihat cara merencanakan intimate wedding.

Kelola checklist ini tanpa kertas
Semua akun Yumevite bisa memakai checklist persiapan, timeline H-180 sampai hari-H, kalkulator anggaran, dan kalkulator mahar secara gratis, tanpa harus membeli template undangan. Penjelasannya ada di wedding planner online gratis. Saat tanggal dan lokasi sudah pasti, pilih undangan digital pernikahan dan masukkan jadwal akad serta resepsinya.




